Awalnya sempat Nyaring Menantang, Panglima Pajaji Memohon Maaf dan Cium Tangan Panglima Jilah: Ia Abang Saya
Awalnya sempat berseteru, Panglima Pajaji mohon maaf terhadap Panglima Jilah atas pengakuannya
Di poto yang tersebar Panglima Pajaji mencium tangan Panglima Jilah.
Dalam peristiwa sama-sama bermaafan itu, Panglima Pajaji juga menyatakan menempatkan hormat dengan Panglima Jilah.
Seperti termuat instagram @kamidayakkalbar di video Panglima Pajaji mengatakan jika figure Panglima Jilah telah seperti abangnya.
Panglima Pajaji selanjutnya mencium tangan Panglima Jilah dan ke-2 nya lantas sama-sama bermaafan.
"Semua usai di antara saya serta Panglima Jilah, di Abang Saya, udah maafkan saya, begitu juga saya, kami telah sama sama maafkan," tangkisnya.
Di depan, ia menyarankan biar conten pencipta, media buat ijin dahulu dan verifikasi bila ingin mencuplik atau ambil videonya.
"Supaya gak ada informasi hoaks," katanya.
Dalam pada itu, Panglima Jilah udah maafkan Panglima Pajaji, ia mengharap semua anggota TBBR meredam kemelut yang terdapat serta tak boleh ada yang laporan ke polisi.
Berkaitan dengan keinginan maaf Panglima Pajaji, Panglima Jilah menyatakan, udah terima maaf Panglima Pajaji yang tengah dilakukan dengan kebiasaan.
"Lantaran Pimpinan TBBR saya berupaya untuk berbudi saat menentukan," pungkasnya.
Dalam diskusi di dalam rumah Panglima Jilah di Kabupaten Landak, Propinsi Kalimantan Barat itu, Panglima Pajaji dikawal oleh ayah angkatnya, sedangkan Panglima Jilah bersama beberapa pengurus TBBR.
Diketahui, Panglima Pajaji dikenali sebagai trah Panglima Perang waktu Kerajaan, ia lantas dikenali mempunyai beberapa ribu pasukan Pantan Padagi Borneo yang diketahui sakti.
Awal kalinya video pengakuannya yang akui tak sependapat dengan Panglima Jilah tenar.
Konflik itu berawal dari kasus Rocky Gerung yang dipandang Panglima Jilah tak memberi dukungan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Panglima Pajaji juga bereaksi dengan pengakuan Panglima Jilah dan mengatakan kalau dia tidak juga setuju karena ada IKN di bumi Kalimantan.
Post a Comment for "Awalnya sempat Nyaring Menantang, Panglima Pajaji Memohon Maaf dan Cium Tangan Panglima Jilah: Ia Abang Saya"