Edan! Seorang Guru Di-Bully Oleh Siswanya di Maluku Sampai Hampir Nangis
Viral di social media guru wanita SMAN 15 Maluku tengah, Maryam Latarisa, diterpa (di-bully) pelajarnya sendiri. Maryam, yang memegang wakil kepala sekolah (wakepsek), disoraki sampai kunci sepeda motornya direbut murid waktu dianya sendiri menaiki sepeda motor di tempat parkir.
Kejadian bullying pada Maryam terjadi pada Senin (14/8). Pada video yang disaksikan, Maryam, yang kenakan seragam ASN warna cokelat dan helm kuning, dikerumuni beberapa murid.
Peristiwa itu ada dua (aspek), tapi mempunyai jalinan yang bila kita tonton umumnya, adalah kekecewaan beberapa guru dengan kepala sekolah. Baik dari segi ketetapan, management, serta pengendalian," kata Sekretaris Dinas Pendidikan serta Kebudayaan (Disdikbud) Maluku Husein pada , Jumat (18/8/2023).
Husein menuturkan awal kalinya beberapa guru mengirimi surat ke Disdikbud Maluku berkaitan protes mereka dengan ketetapan kepsek. Surat itu dialamatkan ke kepala dinas berisi pengakuan satu kelompok guru yang tak suka atas kehadiran kepala sekolah.
"Selanjutnya satu diantara dari mereka yang kerjakan tanda-tangan dari beberapa guru itu, tergolong beberapa guru yang ditukar, baik di posisi mereka sebagai wakepsek kesiswaan atau pembimbing gugusan depan Pramuka," pungkasnya.
Menurut Husein, protes beberapa guru itu ada keterkaitannya dengan tindakan beberapa murid mem-bully Maryam. Karena, beberapa murid pun tuntut biar wakepsek awal kalinya yang bertindak selaku ketua gugusan pekerjaan Pramuka tak diganti oleh Maryam.
"Jadi ada jalinan satu kelompok guru yang tak suka dengan kapasitas kepala sekolah serta kejadian tersebut. Karena satu diantara tuntutan murid itu yaitu itu (tak menganti Wakasek), karena itu saya berani ucapkan diperhitungkan ada jalinan dari kejadian itu (bully)," terangnya.
Husein menilainya sikap protes beberapa guru pada kepseknya yaitu sebuah persoalan yang ringan. Karena Disdikbud Maluku mempunyai sistem penyelesain, baik yang terkait dengan managemen, tata atur, budaya, sampai keuangan.
"Itu saya kira rada sedikit sederhana untuk dituntaskan. Karena di Dinas Pendidikan serta Kebudayan Propinsi Maluku itu mempunyai sistem yang paling tegas, adalah memperlakukan laporan bila terkait dengan managemen, tata atur serta budaya," pungkasnya.
"Ada majelis kaidah kita yang dapat melangsungkan sidang serta berikan ketentuan pada kaidah apa yang dilanggar oleh kepala sekolah serta management apa sebagai kekurangan ia," sambungnya.
Dan yang terkait dengan keuangan lanjut Husein, ada auditor yang bisa mengaudit pengendalian keuangan di sekolah. Namun sebagai kesulitan dalam kejadian ini yaitu tingkah beberapa murid pada wakaseknya.
"Jadi itu rada sederhana, namun sebagai kesulitan ini yaitu yang populer tersebut. Karena hingga kini kita tak ada laporan, menjadi kita tak mendapati pola yang paten untuk mengakhiri kesulitan yang populer itu," katanya.
Dikabarkan sebelumnya, Viral di social media Wakasek SMAN 15 Maluku tengah, Maryam Latarisa di-bully pelajarnya pada Senin (14/8). Maryam disoraki sampai kunci motornya diambil murid waktu ada di dalam parkir.
"(Kejadian) tanggal 14 Agustus serta (video) Viral ini hari," kata Husein pada Jumat (18/8/2023).
Pada video yang disaksikan, Maryam yang kenakan seragam ASN warna cokelat dan helm kuning dikerumuni beberapa murid. Kejadian itu terjadi di halaman parkir sekolah.
Maryam yang duduk di sepeda motornya segera berdiri sekalian memandang tingkah murid. Karena kunci sepeda motornya udah diambil pelajarnya.
Bahkan juga Maryam disoraki oleh beberapa murid dengan kalimat 'tidak dapat pulang' dengan berulang kali. Marya nampak ketidaktahuan dengan tindakan beberapa pelajarnya tersebut.
Post a Comment for "Edan! Seorang Guru Di-Bully Oleh Siswanya di Maluku Sampai Hampir Nangis"